Senjata Makan Tuan, Abdullah Syahab Akan Dibawa Kejalur Hukum Atas Pernyataannya

Senjata Makan Tuan, Abdullah Syahab Akan Dibawa Kejalur Hukum Atas Pernyataannya
Sanusi Ketua Sriwijaya Corruption Watch (SCW), Selaku Pendamping Kelompok Tani (Umar Danus), Minggu Malam (21/03/2021), Bertempat di Sekretariat SCW Palembang. (Dok. Ridho)

Palembang - Abdullah Syahab akan dibawa ke jalur hukum, hal ini terkait ucapannya yang menuding Umar Danus dan kawan - kawannya adalah mafia tanah yang hendak merebut lahan tanah miliknya.

Abdullah Syahab mengatakan Umar Danus dan kawan-kawan dibekingi oknum LSM sebagai mafia tanah. 

Atas dasar inilah pihak Umar Danus dan kawan-kawan melalui Ketua Sriwijaya Corruption Watch (SCW) akan melakukan upaya-upaya pembenaran berita yang selama dinilai mengada - ada.

"Tahapan awal memang kami akan melakukan somasi serta pelaporan terhadap Abdullah Syahab, sekaligus akan melakukan aksi didepan kantor halaman Gubernur Sumatera Selatan, " ungkap Sanusi disekretariat Jalan Cambai Agung, Kota Palembang.

Ia menjelaskan bahwa upaya ini untuk menyampaikan tuntutan pihaknya ke Gubenur Sumatera Selatan, terkait sengketa tanah di Mekarsari Kecamatan Gandus RT 29.

"Nantinya dengan aksi tersebut akan dijelaskan titik persoalan yang terjadi selama ini, karena jelas menurut pandangan kami ketika di lapangan ada terjadi sesuatu hal, " tandasnya.

Sanusi menegaskan tanah mereka itu berdasarkan surat Sertifikat Hak Milik (SHM), maka Sanusi ingin meluruskan tentang kalimat  mafia tanah.

"Kalimat mafia tanah kurang pas jika disebutkan warga tersebut hanya memiliki lahan kurang lebih dari 15 Ha, 12 Ha, 10 Ha dan 2 Ha. Justru Abdullah Syahab lah yang mafia tanah sebenarnya, dikata demikian karena saat ini indikasinya memiliki lahan sebesar 94 hektar sampai 90 hektar dan berubah-berubah kurang lebih satu hamparan dimiliki oleh Abdullah Syahab itu, " tegas Sanusi.

Oleh dasar kalimat mafia tanah itulah pihak Sanusi bersama Umar Danus merasa tidak senang dengan kalimat tersebut, sehingga dalam waktu dekat akan melaporkan Abdullah Syahab ke pihak kepolisian karena melakukan pencemaran nama baik.

Sebelumnya Abdullah Syahab ketika ditemui kediamannya jalan Aiptu Karel Satsuit Tubun, mengatakan Ia membeli tanah tersebut dari pewaris Hadi Suyono dan telah ditanami sawit dan karet, sementara Hadi Suyono mendapat tanah tersebut dari Serikat Tani Islam Cabang Gandus.

Ia menyebutkan pihak Umar Danus yang mengklaim lahan miliknya ini bukan asli penduduk Gandus, walau dirinya pula bukan penduduk asli gandus namun Ia mendapat lahan tanah dari hasil membeli.

"Jadi surat-surat mereka ini bukan di tanah saya itu letaknya. Mereka ini surat mencari tanah. Di situ anehnya saya, " kata Abdullah, Minggu (21/03) dikediamannya. (Ridho)

PALEMBANG SENGKETA LAHAN KELURAHAN PULOKERTO KECAMATAN GANDUS SCW KELOMPOK TANI MEKAR SARI BPN SUMSEL Sriwijaya Corruption Watch SUMATERA SELATAN
Ridho Kurniansyah

Ridho Kurniansyah

Previous Article

Sengketa Belum Usai, Abdullah : Surat Tanah...

Next Article

PMPSS Desak Pemkot Palembang Klarifikasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 220

Postingan Tahun ini: 220

Registered: Apr 8, 2021

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 197

Postingan Tahun ini: 197

Registered: May 25, 2021

Muh. Ahkam Jayadi

Muh. Ahkam Jayadi verified

Postingan Bulan ini: 144

Postingan Tahun ini: 144

Registered: Aug 19, 2021

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 123

Postingan Tahun ini: 123

Registered: Jul 10, 2020

Profle

Afrizal verified

Ini Nama - Nama Pejabat Eselon III dan IV yang Dilantik Walikota Sungai Penuh
Lempar Petugas Patroli Saat Malam Pergantian Tahun, Dua Pemuda di Nagekeo Diamankan
Baru Seminggu Menjabat, Kapolres Tanah Datar Ringkus 6 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Sehari Usai Dilantik, Kades Pappalluang Ditahan di Polres Jeneponto, Begini Kasusnya

Follow Us

Recommended Posts

Edi Yoso Dilantik Sebagai Ketua DMI Musirawas
Pertama di Sumsel, Musirawas Gelar MTQ Tingkat Kabupaten Tahun 2022
Pemilu 2024 Diundur? Ini Komentar Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas
Maraknya Kasus Korupsi Libatkan Kepala Daerah, Tiga Institusi Duduk Bersama
Hadiri Ground Breaking RS Muhammadiyah, Kapolri Dukung Penuh Program Kesehatan dan Pendidikan Masyarakat